jalan menuju keberhasilan

Sabtu, 09 April 2011

Ayam Goreng Tradisional Dewi Sri



Teman saya yang tinggal di Bogor pernah bercerita tentang ayam goreng Dewi Sri, katanya enak banget. Makanya pas kemarin kami jalan-jalan ke Bogor, kami sengaja mencari rumah makan ini. Menurut info dari teman saya itu, Dewi Sri berada di ruko dekat swalayan Ngesti, samping terminal Baranangsiang, tapi ternyata begitu kami sampai disana, kami tidak dapat menemukannya. Mereka sudah pindah ujar tukang parkir disitu.

Setelah bertanya sana-sini akhirnya kami mendapatkan jawabannya, sekarang mereka sudah pindah ke Jalan Pajajaran no 60i Bogor, sebelum Polresta. Jadi kami pun putar balik lagi menyusuri Jalan Pajajaran, dan benar sebelum Polresta tampak sebuah plang besar bertuliskan Dewi Sri. Sebenarnya tidak sulit untuk menemukannya, tapi berhubung tadi kami salah alamat jadi agak ribet. Agar mudah, patokannya sebelum Polresta Jalan Pajajaran. Kantin Dewi Sri ini sudah ada sejak tahun 1985, dan sekarang mereka sudah mempunyai cabang di parkiran jalan tol Jagorawi.

Begitu sampai, kami langsung melihat asinan bogor dan tauge goreng terpajang di depan rumah makan Dewi Sri. Begitu masuk baru deh kita melihat beraneka macam menu makanan tersaji rapi di meja panjang, jadi kita bisa langsung memilih menu makananmya. Ada ayam goreng, pepes ayam, pepes ikan, pepes tahu, sayur asem, gudeg, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Menurut pelayannya biasanya ada nasi bakar peda, tapi sayang sekali sudah habis pada saat kami datang sore itu. Tapi tidak apa-apa karena tujuan utama kami kesini adalah untuk makan Ayam Goreng bumbu Lengkuas yang menjadi andalan dari Dewi Sri ini. Kami langsung pesan 2 potong ayam gorengnya, dan juga pepes tahu, pepes ikan mas duri lunak, dan sayur asem.

Sebenarnya sudah lama kami mendengar kelezatan ayam goreng Dewi Sri, tapi selalu tidak kesampaian untuk mencobanya setiap kali ke Bogor, makanya kali ini kami sengaja mencarinya. Setelah menunggu sekitar 10 menit datang juga ayam goreng kami. Kelihatan sangat menarik dan sangat amat menggiurkan, apalagi dengan taburan bumbu lengkuasnya yang menutupi seluruh ayam goreng tersebut. Mari kita coba he-he...

Bumbu lengkuasnya saya campurkan dengan nasi putih, waahhh enak sekali bumbunya. Ini baru bumbu nya lho, pasti rasa ayamnya juga enak. Dan ternyata memang benar, ayam gorengnya Raos Pisan euy!! Bumbunya meresap sampai kedalam-dalamnya, asin yang sangat pas. Belum lagi dicocol dengan sambalnya, tambah mantap lagi. Kami pun asyik melahap ayam kami dengan sepiring nasi yang sudah tercampur dengan bumbu ayamnya, sampai kami lupa dengan menu yang lain he-he...

Sayur asemnya sih cukup enak, kalau disajikan hangat pasti akan terasa lebih nikmat. Pepes tahunya lumayan enak, apalagi pepes ikannya ... mantap juga rasanya. Tapi sayang sekali kami tidak sempat mencicipi nasi bakar pedanya, kehabisan! Next time kami mau mencoba nasi bakarnya, karena menurut teman kami nasi bakarnya juga sangat enak.

O iya, saya juga membeli ayam goreng mentahnya untuk di rumah, saya simpan di-freezer dan ternyata enaknya masih tetap sama lho meskipun baru digoreng keesokan harinya. Jadi kita bisa nih beli mentahnya untuk stok makanan di rumah he-he... Pokoknya tidak sia-sia kami sempat nyasar mencari Dewi Sri, habis enak sih ayam gorengnya he-he.

0 komentar:

Posting Komentar

newer post older post Home