
Tulisan dengan huruf-huruf sanskerta terdapat pada situs cagar budaya baru "Tungku Tigo Sajarangan" di Nagari Wisata, Pariagan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sudah hilang dan tidak lagi nampak.
Quote:
| Menurut cerita sejarah pada batu situs itu bertuliskan huruf-huruf sanskerta, namun kenyataannya saat di lihat di lapangan, tulisan tersebut sudah tidak tampak lagi, kata peneliti arsitektur Minang dari Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta Padang Dr Eko Alvares di Padang, Selasa. Padahal, tambahnya, tiga batu pada situs "Tungku Tigo Sajarangan" tersebut telah dipagar dan dilindungi pemerintah sebagai salah satu situs cagar budaya prasasti Pariangan. Ia menjelaskan, situs "Tungku Tigo Sajarangan" terdiri dari tiga buah batu peninggalan sejarah Pariangan, yang letaknya berdekatan. Menurut cerita sejarah masyarakat setempat, terdapat sumber air panas yang terletak di tengah antara ketiga batu tersebut, tambahnya. Ia mengatakan, air panas yang keluar dipercaya sebagai air yang seolah-olah dimasak oleh sebuah tungku yang terbuat dari susunan tiga batu tersebut. Alvares menjelaskan, Nagari Pariangan yang memiliki wilayah seluas 17,97 KM2 itu telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu objek wisata khususnya wisata budaya. Nagari ini terletak di lereng gunung Merapi pada ketinggian 500 hingga 700 meter di atas permukaan laut. Pariangan terdiri dari empat koto, dengan tujuh suku yakni, Koto, Piliang, Dalimo, Sikumbang, Pisang, Malayu, dan Guci. |















0 komentar:
Posting Komentar