jalan menuju keberhasilan

Rabu, 21 Desember 2011

Download Kumpulan Film Warkop DKI

Generasi yang tumbuh di Indonesia di era 1980-an hingga awal 1990-an mungkin mengenal slogan di atas. Bagaimana tidak, pada era itu, setiap musim liburan sekolah kita akan melihat slogan itu terpampang di poster-poster film terbaru Warkop DKI. Musim liburan sekolah pun akan diisi oleh tawa dan perbincangan mengenai tingkah polah kocak Dono-Kasino-Indro di film terbaru mereka. Hal ini berlangsung setidaknya sejak tahun 1979 hingga film terakhir Warkop DKI di tahun 1994. Selanjutnya Warkop DKI pun merambah layar kaca saat perfilman Indonesia sempat mati suri. Kurang lebih telah lahir 34 film dan 9 kaset lawak telah menghibur Indonesia dalam kurun waktu 1979-1994. Sebagian besar judul-judul film Warkop DKI itu memuncaki daftar film dengan penonton terbanyak setiap tahunnya, bahkan di saat-saat terakhir.

Warkop DKI atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono), Rudy Badil, Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Warkop DKI memang sebuah fenomena dalam seni lawak di Indonesia. Berawal dari tongkrongan di kampus Universitas Indonesia, lahirlah Warkop Prambors secara resmi pada tahun 1976. Kelompok anak muda ini kemudian meraih popularitas luar biasa di radio, panggung lalu film dan televisi, serta meninggalkan jejak raksasa yang penting di industri hiburan Indonesia.

Sayang, satu per satu personel Warkop telah berpulang. Nanu meninggal dunia tahun 1983. Kasino berpulang di tahun 1997 dan Dono meninggal dunia tahun 2001. Warkop kini tinggal Indro sendiri. Indro pun tetap mempertahankan Warung Kopi.

Untuk mengenang kembali kebesaran Warkop DKI di industri film Indonesia dan agar jejak besar Warkop DKI ini tidak terlupakan oleh anak muda zaman sekarang yang tidak sempat turut merasakan masa jaya Warkop DKI, maka Klub Film - Bicara Film bekerja sama dengan Obrolan Langsat & Indonesian Movie Hoppers Ohsomuchfun (IMHO) mengadakan nonton dan ngobrol bareng soal Warkop DKI. Acara ini rencananya akan dibuka dengan nonton bareng film Jodoh Boleh Diatur (1988) karya Alm. Ami Prijono. Film ini sendiri agak 'serius' dan sedikit berbeda dengan kebanyakan film Warkop DKI lainnya yang berisi sketsa-sketsa kocak. Film ini didukung juga oleh Warkop Angels seperti Raja Ema, Yurike Prastica, Nia Zulkarnaen, Ira Wibowo, Silvana Herman, serta Tarida Gloria.

Acara ini akan digelar di Black Studio, Jl. Panglima Polim III No. 148 Jakarta Selatan (dekat Gado-Gado Boplo/Grand Wijaya), pada Jumat, 28 Januari 2011 mulai pukul 18.45 - selesai. Di acara ini kita akan membahas perjalanan Warkop DKI dari sang tokoh, Indro Warkop, Denny Sakrie - pengamat seni budaya, dan Affandi Abdul Rahman (sutradara Heartbreak.com).

Download Filmnya :
http://dischouse.wordpress.com/category/koleksi-film-warkop/

0 komentar:

Poskan Komentar

newer post older post Home